Home / news / Akibat Menebang pohon Dipinggir jalan Pelaku Di Tangkap Polisi

Akibat Menebang pohon Dipinggir jalan Pelaku Di Tangkap Polisi

Akibat Menebang pohon Dipinggir jalan Pelaku Di Tangkap Polisi – Waspada lah untuk warga Jakarta supaya tidak menebang pohon asal-asalan. Pasalnya, Pemprov DKI Jakarta menjatuhkan dengan Rp25 juta untuk yang didapati menebang pohon sembarang.

Hal semacam ini dihadapi Romadon Andi Widodo, warga Cipayung, Jakarta Timur.
Andi didapati menebang pohon mahoni tanpa ada izin dimuka ruko kepunyaannya Jalan Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur. Pohon setinggi 7 mtr. itu ada di trek jalur hijau.

Petugas Dinas Kehutanan DKI Jakarta yang merasakan hal tersebut segera bergerak cepat serta mengolah Andi. Pria ini juga divonis bersalah dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat serta membayar denda sebesar Rp25 juta.

” Menjatuhkan pidana denda Rp25 juta, ” kata Majelis Hakim tunggal, Hastopo, di PN Jakarta Pusat, Jumat (15/9/2017) siang. Andi dipakai Pasal 12 huruf g jo Pasal 61 ayat 3 Ketentuan Daerah (Perda) DKI Jakarta No 8/2007 mengenai Ketertiban Umum.

Di pasal itu tertulis pelanggar dipakaian denda minimum Rp 5 juta, maksimum Rp50 juta subsider kurungan minimum 30 hari, maksimum 180 hari Dengan suara lesu, Andi mengaku tindakannya serta segera membayar denda itu. Dia terasa tidak paham ada ketentuan izin penebangan pohon. ” Saya mengaku salah. Saya kapok, ” tutur Andi dimuka Majelis Hakim.

Kepala Bagian Pemberdayaan Orang-orang serta Penegakan hukum Dinas Kehutan DKI Jakarta Henri Perez menyatakan, memperoleh laporan dari orang-orang berlangsung penebangan pohon di Jalan Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur.

Dari laporan itu di check sebagian saksi seperti ketua RT setempat serta petugas Perlakuan Fasilitas serta Prasarana Umum (PPSU). Andi menebang dua pohon karena dinilai mengganggu akses masuk ke ruko kepunyaannya.

” Dua pohon itu berada di jalur hijau. Pasti hal tersebut tidak mematuhi ketetapan tidak asal-asalan menebang pohon, ” kata Henri. Dia menerangkan, sepanjang 2017 ini, sejumlah enam pelanggar sudah di tangkap karna menebang pohon tanpa ada izin.

Di lokasi Jakarta Timur tiga masalah, Jakarta Barat satu masalah serta dua masalah yang lain di Jakarta Selatan. Akhirnya negara terima dari denda sebesar Rp120 juta. ” Dari enam masalah itu baru kami masukan berkas ke pengadilan pada Mei 2017 kemarin. Kami telah edukasi dahulu, tidak segera diberi aksi, ” ujarnya

Besaran denda waktu vonis di pengadilan, lanjut Henri, diliat juga dari aspek ekonomis pohon dan ukurannya. ” Pohon beragam diliat dari ukurannya. Lantas aspek ekologis, pohon adalah paru-paru kota. Terlebih terdapat Jalur hijau, ditempat umum. Bila halaman pribadi tidak problem, ” ucap Henri.

Sampai kini, warga Jakarta banyak yang belum juga perduli pada kehadiran pohon di jalur hijau. Pihaknya juga juga akan menggencarkan patroli dan laporan orang-orang untuk lakukan pengawasan.

” Diluar itu edukasi kami beri. Kami imbau warga Jakarta tidak untuk lakukan penebangan pohon tanpa ada izin. Pohon berguna untuk manusia, ” ucapnya.

About admin