Home / berita umum / BPN Menampik Hasil Kalkulasi Nada Pemilu 2019 Yang Di Jalankan KPU

BPN Menampik Hasil Kalkulasi Nada Pemilu 2019 Yang Di Jalankan KPU

BPN Menampik Hasil Kalkulasi Nada Pemilu 2019 Yang Di Jalankan KPU – Calon presiden Prabowo Subianto menampik hasil kalkulasi nada Pemilu 2019 yg dijalankan KPU lantaran dikira penuh manipulasi. Partai Demokrat, yg terkait dalam konsolidasi Prabowo-Sandiaga Uno, menyatakan tidak pengin ikut serta dalam penolakan itu seandainya dijalankan melalui langkah inkonstitusional.

“Pandangan kami Partai Demokrat, silahkan saja menampik hasil pemilu ya namun lewat jalan konstitusional. Kita berusaha di muka hukum. Lantaran menampik itu kan memang pula sisi dari hak peserta pemilu yg ditata di UU kita ya,” tutur Ketua DPP Partai Demokrat (PD) Jansen Sitindaon pada wartawan, Rabu (15/5/2019).

Ketentuan masalah konflik pemilu ditata dalam Masalah 475 UU Pemilu No 7 Tahun 2017. Dalam ketentuan itu diterangkan, kalau berlangsung konflik penentuan pengumpulan nada sampai peserta pemilu cq pasangan calon menampik penentuan KPU, jadi penolakan dialirkan lewat jalan hukum buat dibuktikan kembali kebenarannya lewat Mahkamah Konstitusi (MK)

Di komunitas berikut ini dibuktikan semua manipulasi yg ada berdasar pada bukti-bukti yg dipunya. Lantaran pemilu ini kan ada proses serta tata tekniknya. Serta tata tekniknya ini kita semuanya partai yg ini hari jadi peserta pemilu pula yg buat kan lewat DPR,” tutur Jansen.

Kalau jalan konstitusional semacam itu yg bakal ditempuh Prabowo-Sandiaga, Jansen menjelaskan Demokrat siap beri dukungan. Tetapi apabila penolakan dijalankan dengan beberapa cara di luar jalan hukum, partai pimpinan Ketum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu dengan tegas menjelaskan tak mau turut ikut serta, meskipun ada dalam sebuah konsolidasi.

“Selama menampik hasil Pemilu yg dikatakan Pak Prabowo itu ditempuh lewat jalan konstitusional kami Partai Demokrat tentu akan junjung,” kata Jansen.

“Tetapi kalau penolakannya pakai jalan lain yg sifatnya inkonstitusional ditambah lagi hingga mengadu-ngadu rakyat dibawah yg miliki potensi menggunakan korban sama-sama anak bangsa sendiri, jadi kami Demokrat menampik buat ikut serta,” sambungnya.

Jansen yg baru-baru ini berubah menjadi saksi pleno perhitungan KPU pusat itu menjelaskan, Demokrat tiap-tiap jaga keutuhan bangsa. Partai berlambang mercy ini menganjurkan penolakan hasil pemilu dijalankan sesuai dengan ketentuan yg berlaku.

“Jadi partai yg di pimpin oleh eks Presiden yg sempat jaga Indonesia ini sepanjang 10 tahun masih utuh serta rukun, pasti jalan Demokrat merupakan jalan konstitusional yg jauhi benar perpecahan di bangsa ini. Selama masih ada jalan konstitusional yg teknik kerjanya masih dapat kita lihat bersama dengan, silahkan kita menempuh jalan itu dahulu,” tutur Jansen.

Masalah klaim kemenangan yg dikatakan pasangan nomer urut 02, dia menyebutkan hal itu masih termasuk lumrah. Jansen pula memandang konsolidasi Jokowi-Ma’ruf Amin mengerjakan soal mirip.

“Dengan kondisi politik yg masih panas sesudah pungutan suara waktu ini, serta belum juga ada pengumuman juara jadi pasti semasing konsolidasi mencari teknik buat mencari legitimasi dari rakyat ya. Klaim kemenangan oleh masing masing faksi merupakan lumrah sewaktu juri belum tentukan pemenangnya kan,” kata jubir Tubuh Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi itu.

Sudah diketahui, Prabowo-Sandiaga mengadakan simposium klaim manipulasi Pemilu 2019, Selasa (14/5). Kala memberi pidato, Prabowo menjelaskan menampik hasil kalkulasi Pemilu 2019 yg dijalankan KPU lantaran dikira penuh manipulasi.

“Kami masih menyimpan impian pada kamu (KPU). Namun sikap saya yang pasti saya bakal menampik hasil kalkulasi pemilu. Hasil kalkulasi yg nakal. Kami tdk dapat terima ketidakadilan serta ketidakjujuran,” tutur Prabowo.

Prabowo bahkan juga menyatakan bakal bikin surat wasiat berkenaan soal itu. Meskipun demikian, belum juga jelas dengan detil arti dari surat wasiat yg disebut.

About admin