Di Kos Drive Thru Lima Pelajar SMK Di Blitar Berbuat Mesum

Di Kos Drive Thru Lima Pelajar SMK Di Blitar Berbuat Mesum – Lima pelajar SMK di Blitar digerebek masyarakat serta polisi waktu mesum di kos drive thru. Hasil dari olah peristiwa, area drive thru itu nyatanya udah bekerja sepanjang 1 tahun.

Kos drive thru adalah kos yg disewakan dalam hitungan jam. Arti itu amat diketahui di Blitar. Penggerebekan sendiri dijalankan polisi atas laporan masyarakat yg dapat menertibkan daerah mereka.

Sebelum menggerebek, supaya tak melanggar ketentuan hukum, masyarakat menginformasikan gagasan ini terlebih dulu ke faksi kepolisian. Kamis (18/7) sore, polisi berbarengan masyarakat mendatangi rumah yg dikira disewakan jadi tempat lakukan perbuatan mesum.

“Kami berbarengan masyarakat kurang lebih jam 15.30 wib mendatangi rumah. Alamatnya di Lingkungan Keningaran Rt.01/03 Kelurahan Bajang Kecamatan Talun. Serta nyatanya benar perkiraan masyarakat. Kami dapatkan tiga pasangan sedang lakukan perbuatan mesum di tiga kamar tidak sama,” kata Kasat Reskrim Polres Blitar AKP Sodik Effendi pada detikcom, Jumat (19/7/2019).

Polisi lalu menyelamatkan ke-tiga pelajar putri itu. Mereka yaitu Y, V, serta P. Seluruhnya masih dibawah usia. Ditangkap Serta dua pelajar laki laki yaitu W serta I. Polisi menyelamatkan seseorang pria dewasa berinisial D.

“Mereka akui sepasang kekasih. Mereka menyewa kamar di kost ini sepanjang tiga jam. Tarifnya Rp 50 ribu per 3 jam,” jelasnya.

Dari info ke-tiga pasangan, perkiraan prostitusi anak belum dapat dibuktikan. Polisi lalu menyelamatkan wanita berinisial ED yg menyewa rumah itu dari pemilik aslinya Lukito.

“ED ini wanita berumur 68 tahun. Masyarakat Selopuro ini menyewa rumah punya Lukito. Lalu sama ED, empat kamar di rumah itu disewakan jadi penginapan tetapi tarifnya jam-jaman. Per tiga jam itu Rp 50 ribu,” jelas Sodik.

Pada polisi, ED akui sudah menyewakan kamar kost “drive thru” ini sepanjang 1 tahun. Serta biasanya, yg menyewa yaitu kelompok pelajar.

Perkiraan kalau ED mempermudah pekerjaan maksiat dapat dibuktikan, waktu polisi mendapatkan kondom sisa di salah satunya kamar yg disewa pasangan pelajar barusan.

“Kami check penunggu rumah atas nama N (19). Masyarakat Kota Blitar. Untuk sesaat ini, masalah yg kami aplikasikan masih mempermudah aksi cabul,” tangkisnya.