Hukuman 15 Tahun Bui Untuk Ibu Yang Bunuh Anak Di Boyolali

Hukuman 15 Tahun Bui Untuk Ibu Yang Bunuh Anak Di Boyolali – Ibu yang menganiaya anak kandungnya sampai meninggal dunia di Boyolali, Siti Wakidah alias Ida (30) dijaring dengan klausal berlapis. Ida terancam hukuman 15 tahun penjara atas tindakannya.

Atas tindakan terduga dikira melanggar klausal 80 ayat (4) UU No 35 tahun 2014 perihal pergantian atas UU RI No. 23 tahun 2002 perihal perlindungan anak serta/atau Klausal 44 ayat (3) UU No. 23 tahun 2004 perihal Pemupusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

“Ultimatum hukumannya maksimum 15 tahun penjara,” kata Kasat Reskrim Polres Boyolali, Iptu Mulyanto, pada detikcom Jumat (19/7/2019).

Gagasannya Ida akan jalani pengecekan kejiwaan di RSJD Solo pada minggu depannya. Karenanya kekerasan yang dikerjakan pada anak laki-lakinya yang masih berusia 6 tahun itu, cukup berat.

“Buat menegaskan keadaan psikologis terduga,” jelas Mulyanto.

Polisi menerka beban hidup yang cukup berat pun melatarbelakangi terduga hingga melakukan hal sekeji itu pada anaknya. Terpenting aspek ekonomi keluarga.

Seusai pengecekan ke psikiater, seterusnya polisi akan menyelenggarakan rekonstruksi.

Seperti dikabarkan, Siti Wakidah alias Ida pada akhirnya diputuskan jadi terduga penganiayaan pada anaknya sendiri sampai meninggal dunia. Anak kandungnya berinisial F itu wafat dengan cedera lebam di hampir sekujur tubuhnya.

F wafat pada Kamis (11/7) siang di tempat tinggalnya Dukuh Tanduk, Desa Tanduk, Kecamatan Ampel, Boyolali. Jenazah F dikebumikan pada sore harinya di kampung halaman ibunya di Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang.

Tapi perkara itu tersingkap seusai petugas Polsek Ampel memperoleh kabar kematian seseorang anak yang disangka tak lumrah. Bekerjasama dengan Polres Boyolali, lantas dikerjakan pengumpulan bukti-bukti. Polres Boyolali bersama dengan Bid Dokkes Polda Jateng lantas lakukan bongkar simpan serta mayat korban diautopsi.