Home / news / Macetnya Jalur Puncak, Presiden RI Beri 2 Rekomendasi

Macetnya Jalur Puncak, Presiden RI Beri 2 Rekomendasi

Macetnya Jalur Puncak, Presiden RI Beri 2 Rekomendasi – Bupati Bogor Nurhayanti mengakui udah berjumpa dengan Presiden Joko Widodo mengupas beberapa kesulitan yg ada di lokasi Kabupaten Bogor belum lama ini.

Salah satunya agenda yg dikaji pada Nurhayanti serta Jokowi merupakan perlakuan problem kemacetan di jalur Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Dalam pertemuan yg berjalan pada Kamis (27/4/2017) itu, Nurhayanti menuturkan, pemerintah pusat menganjurkan dua hal yg bersangkutan dengan perlakuan problem kemacetan Puncak.

Pertama, pemerintah pusat bakal memprogramkan penambahan kemampuan jalan di jalur Puncak lewat langkah melebarkannya jumlah dua mtr. ke arah segi kanan serta kiri jalan.

Tidak cuman itu, pemerintah pusat selekasnya mendorong percepatan penyelesaian pembangunan jalan poros tengah timur sebagai jalur alternatif dari Sentul hingga Taman Bunga Loji, yg sanggup dibuka hingga ke Istana Cipanas, Cianjur.

” Pemerintah pusat bakal memprogramkan perluasan jalan Puncak dua mtr. serta pembangunan jalan poros timur sebagai jalur alternatif. Itu hasil pertemuan saya dengan Pak Jokowi. Saya udah tugaskan Pak Sekda buat mendistribusikan itu. Moga-moga, di pergantian aturan th. 2017 udah dapat terwujud, ” papar Nurhayanti, Selasa (2/5/2017).

Nurhayanti mengimbuhkan, bukan cuma di area Puncak saja, sama sesuai kewenangannya, Pemkab Bogor bakal merapikan serta memaksimalkan berjalan-jalan yg ada di Kabupaten Bogor.

Teristimewa buat jalur alternatif Puncak di selatan Kabupaten Bogor ini, jalan bakal diperlebar memanfaatkan aturan dari alokasi dana desa.

” Jadi jalan masuk diperlebar, dari Pasir Angin (Megamendung) hingga melalui empat desa yang lain. Kita kan udah ada dana desa, serta kami bagikan itu. Saat ini, usaha perluasan udah dijalankan oleh kepala desa semasing, ” kata Nurhayanti.

Disamping itu, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Ruhandi memohon pemerintah sesegera barangkali melaksanakan kajian dalam menangani kesulitan yg berjalan di area Puncak. Tujuannya, sambung Ade, supaya selanjutnya ketahuan pembagian pekerjaan mana yg di handel Pemkab Bogor, Pemprov Jawa Barat, serta pemerintah pusat.

“Jalur Puncak ini dibutuhkan kerja sama dari segala pihak. Dikarenakan jalur puncak mesti diperlebar. Teristimewa yang penting dikedepankan jalur timur serta selatan, ” ungkap Ade.

Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, lanjut dia, harus buat pos kontrol kendaraan umum, lebih-lebih bus perihal kelayakan kendaraan.

“Sistem pariwisata yg terintegrasi cuma bakal jalan dengan baik kalau komponen pendukung sama sama bersinergi keduanya, ” ujarnya.

About admin