Home / internasional / Pemerintah AS Menilai China Menerapkan Penegakan Hukum Yang Sewenang-Wenang

Pemerintah AS Menilai China Menerapkan Penegakan Hukum Yang Sewenang-Wenang

Pemerintah AS Menilai China Menerapkan Penegakan Hukum Yang Sewenang-Wenang – Pemerintah Amerika Serikat lewat Kementerian Luar Negeri memperingatkan masyarakatnya menambah kewaspadaan bila berpergian ke China. Imbauan ini dikeluarkan sebab AS menilainya China mengaplikasikan penegakan hukum yg sewenang-wenang. Ini adalah resiko dari meningkatnya ketegangan diplomatik sehabis penangkapan seseorang eksekutif perusahaan tehnologi China di Kanada.

Imbauan perjalanan terakhir itu bukan cuma menjaga status hati-hati level dua, namun ikut mengingatkan kontrol keamanan penambahan serta penambahan hadirnya polisi di dua lokasi otonomi teristimewa China Barat adalah Propinsi Xinjiang serta Tibet. Demikian dilansir dari The Guardian, Jumat (4/1).

Imbauan sama juga sempat dikeluarkan pada 22 Januari tahun waktu lalu. Masyarakat Negeri Paman Sam diperintah menambah kewaspadaan pada aplikasi hukum lokal oleh otoritas China. Ketetapan itu ikut menyoroti bab kepemilikan masyarakat negara ganda AS-China, yg semenjak itu, dipangkas lebih dari 1/2 jatah tahunan.

“Beberapa langkah keamanan tambahan, seperti kontrol keamanan serta penambahan tingkat hadirnya polisi, merupakan perihal biasa di lokasi Xinjiang serta Otonomi Tibet. Pihak berotoritas bisa menetapkan jam malam serta penentuan perjalanan dengan cepat,” jelas Kemenlu AS.

Nasihat perjalanan itu ikut mengingatkan perihal pemanfaatan “larangan keluar” dari China disaat masyarakat AS alami masalah disana. Di jelaskan juga jika pemerintah Negeri Gorden Bambu tak malas membendung masyarakat asing bila ikut serta pelanggaran yg dianggap serius.

Perkiraan Berkenaan Penahanan Putri Bos Huawei

Bekas diplomat Michael Kovrig serta pebisnis Michael Spavor ditahan oleh otoritas China, menyusul penangkapan eksekutif Huawei Meng Wanzhou oleh polisi Kanada atas permohonan AS. Kovrig sekarang profesinya jadi penasihat buat instansi pemikir (thinktank) International Crisis Kelompok (ICG). Jaksa penuntut di China menyampaikan dua pria asing itu tiada sangsi melanggar hukum.

“Tiada sangsi, dua masyarakat Kanada melanggar hukum serta aturan di Tiongkok, serta sekarang ini tengah melakukan penyidikan sesuai sama mekanisme,” jaksa penuntut umum China, Zhang Jun, Kamis (3/1).

Selain itu, jaksa penuntut AS menuduh Direktur Keuangan Huawei, Meng Wanzhou, menyesatkan pihak perbankan perihal transaksi bisnsi yg berkenaan dengan Iran, hingga membuat beresiko melanggar sangsi internasional.

Kanada sudah menyampaikan sekian kali pihaknya tak menyaksikan hubungan eksplisit pada penangkapan Meng, putri pendiri Huawei, dengan penahanan Kovrig serta Spavor. Tapi, beberapa diplomat Barat yg bermarkas di Beijing serta bekas diplomat Kanada menyampaikan mereka tak sangsi jika dua masalah itu sama sama bersangkutan.

Kanada menyampaikan penahanan itu tidak bisa di terima serta Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, menyampaikan China mesti membebaskan ke dua pria itu. Dibawah hukum acara pidana China, bentuk penahanan serta interogasi teristimewa bisa dipakai buat terduga yg mengintimidasi keamanan negara.

About admin