Home / berita umum / Penolaan RUU PKS Telah Muncul Lewat Suatu Gugatan

Penolaan RUU PKS Telah Muncul Lewat Suatu Gugatan

Penolaan RUU PKS Telah Muncul Lewat Suatu Gugatan – Ulasan Perancangan Undang-undang Peniadaan Kekerasan Seksual (RUU PKS) belumlah dilaksanakan lewat cara mendalam oleh DPR. Walau begitu, penolakan pada RUU PKS telah muncul lewat suatu gugatan.

Gugatan penolakan RUU PKS dikirimkan oleh orang yg sempat membuat gugatan berkaitan iklan yg di bintangi Blackpink, Maimon Herawati di situs change.org pada Minggu (27/1/2019). Maimon menilainya RUU PKS pro pada perzinahan lantaran cuma melarang perihal berkaitan seksual yg berbentuk pemaksaan.

“RUU ini bagus, tetapi tak komplet. RUU ini tak mengendalikan kejahatan seksual yg dilarang agama serta nilai tata susila ketimuran. Dengan begitu, rencana hukum berkaitan larangan. Kalau tak dilarang, bermakna bisa,” kata Maimon kala dihubungi.

Dalam draf RUU PKS yg diangkat dari situs DPR RI, ada sembilan point tindak pidana. Tapi, sembilan point itu gak mengendalikan tindak pidana berkenaan hubungan seks suka-rela. Tapi mengendalikan pun masalah pemaksaan perkawinan. Tersebut kutipannya:

Masalah 11

(1) Tiap-tiap orang dilarang kerjakan Kekerasan Seksual.

(2) Kekerasan seksual sama seperti disebut pada ayat (1) terdiri dalam:
a. pelecehan seksual;
b. eksploitasi seksual;
c. pemaksaan kontrasepsi;
d. pemaksaan aborsi;
e. perkosaan;
f. pemaksaan perkawinan;
g. pemaksaan pelacuran;
h. perbudakan seksual; serta/atau
i. penyiksaan seksual.

(3) Kekerasan Seksual sama seperti disebut pada ayat (1) mencakup moment Kekerasan Seksual dalam cakupan rekan personal, rumah tangga, rekan kerja, publik, serta keadaan spesial yang lain.

Masalah selanjutnya ialah dari Masalah 12-20 selanjutnya diterangkan uraian dari semasing point yg ada dalam Masalah 11 ayat 2, termasuk juga masalah uraian pemaksaan perkawinan yg diterangkan dalam Masalah 17. Tersebut petikannya:

Masalah 12

(1) Pelecehan seksual sama seperti disebut dalam Masalah 11 ayat (2) huruf a merupakan Kekerasan Seksual yg dilaksanakan berbentuk perbuatan fisik atau non-fisik pada orang yang lain, yg terjalin dengan anggota tubuh seorang serta berkaitan selera seksual, hingga akibatkan orang yang lain terintimidasi, terhina, direndahkan, atau dipermalukan.

(2) Pelecehan seksual sama seperti disebut dalam Masalah 11 ayat (2) huruf a merupakan delik aduan, terkecuali kalau dilaksanakan pada anak, penyandang disabilitas serta anak dengan disabilitas.

Masalah 13

Eksploitasi seksual sama seperti disebut dalam Masalah 11 ayat (2) huruf b merupakan Kekerasan Seksual yg dilaksanakan berbentuk kekerasan, ultimatum kekerasan, tipu daya, serangkaian kebohongan, nama atau jati diri atau martabat palsu, atau penyalahgunaan keyakinan, supaya seorang kerjakan hubungan seks dengannya atau orang yang lain serta/atau tindakan yg menggunakan badan orang itu yg berkaitan selera seksual, dengan tujuan menguntungkan diri pribadi atau orang yang lain.

Masalah 14

Pemaksaan kontrasepsi sama seperti disebut dalam Masalah 11 ayat (2) huruf c merupakan Kekerasan Seksual yg dilaksanakan berbentuk mengendalikan, menyudahi serta/atau menyebabkan kerusakan organ, peranan serta/atau metode reproduksi biologis orang yang lain, dengan kekerasan, ultimatum kekerasan, tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau penyalahgunaan kekuasaan, hingga orang itu kehilangan kontrol pada organ, peranan serta/atau metode reproduksinya yg akibatkan Korban tidak bisa miliki keturunan.

Masalah 15

Pemaksaan aborsi sama seperti disebut dalam Masalah 11 ayat (2) huruf d merupakan Kekerasan Seksual yg dilaksanakan berbentuk memaksa orang yang lain untuk kerjakan aborsi dengan kekerasan, ultimatum kekerasan, tipu muslihat, serangkaian kebohongan, penyalahgunaan kekuasaan, atau gunakan situasi seorang yg tak bisa memberi perjanjian.

Masalah 16

Perkosaan sama seperti disebut dalam Masalah 11 ayat (2) huruf e merupakan Kekerasan Seksual yg dilaksanakan berbentuk kekerasan, ultimatum kekerasan, atau tipu muslihat, atau gunakan situasi seorang yg tak bisa memberi perjanjian untuk kerjakan hubungan seks.

Masalah 17

Pemaksaan perkawinan sama seperti disebut dalam Masalah 11 ayat (2) huruf f merupakan Kekerasan Seksual yg dilaksanakan berbentuk menyalahgunakan kekuasaan dengan kekerasan, ultimatum kekerasan, tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau desakan psikis yang lain hingga seorang tidak bisa memberi perjanjian yg kenyataannya untuk kerjakan perkawinan.

Masalah 18

Pemaksaan pelacuran sama seperti disebut dalam Masalah 11 ayat (2) huruf g merupakan Kekerasan Seksual yg dilaksanakan berbentuk kekerasan, ultimatum kekerasan, serangkaian kebohongan, nama, jati diri, atau martabat palsu, atau penyalahgunaan keyakinan, melacurkan seorang dengan tujuan menguntungkan diri pribadi serta/atau orang yang lain.

Masalah 19
Perbudakan seksual sama seperti disebut dalam Masalah 11 ayat (2) huruf h merupakan Kekerasan Seksual yg dilaksanakan berbentuk batasi ruangan gerak atau mencabut kebebasan seorang, dengan arah memposisikan orang itu melayani keperluan seksual dianya atau orang yang lain dalam periode waktu khusus.

Masalah 20

Penyiksaan seksual sama seperti disebut dalam Masalah 11 ayat (2) huruf i merupakan Kekerasan Seksual yg dilaksanakan berbentuk menyiksa Korban.

About admin