Home / berita umum / Petani Keluarkan Ongkos 3 Lali Lipat Saat Angkut Hasil Panen Akibat Tol Trans Jawa

Petani Keluarkan Ongkos 3 Lali Lipat Saat Angkut Hasil Panen Akibat Tol Trans Jawa

Petani Keluarkan Ongkos 3 Lali Lipat Saat Angkut Hasil Panen Akibat Tol Trans Jawa – Beroperasinya jalan tol trans Jawa bukan sekedar punya pengaruh pada perkembangan ekonomi. Beberapa petani di seputar ruas tol mulai menyalahkan akibat meningkatnya cost produksi.

Masalahnya petani mesti keluarkan biaya 3 kali lipat waktu mengangkat hasil panen. Sebab mesti memutar kendaraan.

Salah satunya petani masyarakat Kecamatan Sawahan, Dwi Susanto membetulkan dianya mesti keluarkan biaya 3x lipat bila mengangkat hasil panen. Perihal ini sebab mesti memutar memakai kendaraan roda empat. Walau sebenarnya umumnya cukuplah memakai sepeda motor untuk mengangkat hasil panen.

“Lha ini mesti memutar naik disewakan kendaraan roda empat. Jika naik motor beberapa buruh tani tidak berani sebab tingginya tanjakan overpass,” papar Dwi, Sabtu (3/11/2018).

“Beroperasinya jalan tol di samping ads bagian positif serta negatif. Jika positifnya perkembangan kabupaten Madiun dapat bertambah. Di lain sisi ada negatifnya petani merintih masalah meningkatnya cost produksi,” kata Bupati Madiun H. Ahmad Dawami waktu dihubungi.

Keadaan di lapangan sekarang ini, kata Kaji Mbing sapaan akrab Bupati Madiun, untuk mengangkat hasil panen beberapa petani mesti memutar lebih jauh. Beberapa petani, lanjut Kaji, mesti naik diatas tol lewat overpass yang tinggi.

“Jika yang melalui jalan tol, baru yang miliki mobil diuntungkan sebab cepat tiba di tujuan. Kan beberapa petani naik tol mesti memutar lebih jauh. Yang dapat melalui jalan tol kan yang cuma miliki mobil saja,” imbuhnya.

Kaji Mbing menjelaskan, dianya akan menekan pengelola jalan tol untuk memberi ruangan buat grup petani atau penduduk, supaya memberi ruangan buat petani untuk bangun rest ruang di jalan tol dengan sah.

“Pengendalian rest ruang ini dapat dikerjakan tubuh usaha punya desa (BUMDes) yang dilalui jalan tol. Jadi nanti kecamatan-kecamatan yang dilalui jalan tol pada Kecamatan Sawahan Madiun sampai Wilangan Nganjuk dikasih ruangan untuk bikin rest ruang,” katanya.

Ia menyatakan akan selekasnya bekerjasama dengan pihak pengelola jalan tol berkaitan saran itu.

Pemkab Madiun begitu terbuka dengan investor yang akan memberikan modalnya di kabupaten Madiun. Akan tetapi, ia menyatakan cuma menyiapkan tempat pertanian yang tidak arsip.

Sekarang ini telah ada satu rest ruang yaitu di kecamatan Saradan serta tempat punya perhutani. Rest ruang itu ikut dalam pengendalian perhutani KPH Saradan.

About admin