Home / berita umum / Saling Ejek di Medsos Picu Tawuran di Tangsel, Pemuda Tewas Akibat Luka Tusuk

Saling Ejek di Medsos Picu Tawuran di Tangsel, Pemuda Tewas Akibat Luka Tusuk

Saling Ejek di Medsos Picu Tawuran di Tangsel, Pemuda Tewas Akibat Luka Tusuk – Seseorang pemuda bernama Steven Saulis Kevin (21) meninggal dalam satu tawuran antargeng di Ciputat, Tangerang Selatan. Perbuatan tawuran itu dipacu oleh sama sama ejek di social media.

” Pada hari-hari awal kalinya, orang yang telah kami pastikan jadi terduga tetapi masihlah DPO berkomunikasi dengan gunakan Facebook dengan korban. Terbentuklah kalimat sarkasme, sama sama menghina yang selanjutnya kumpulan terduga serta kumpulan korban akan memutuskan untuk ‘COD’. Dalam makna usaha berarti ‘cash on delivery’, tetapi berarti bukan itu. Di percakapan yang mereka melakukan, makna dari ‘COD’ yaitu tawuran, ” jelas Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Ahmad Alexander Yurikho terhadap wartawan di kantornya Jalan Promoter, Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (23/4/2019) .

Kumpulan korban serta pemeran lalu setuju bersua di Jalan Bukit Raya, Ciputat, Tangsel, Sabtu (19/4) . Terduga Panji (DPO) lalu membawa 13 temannya yang bergabung dalam ‘Geng Salak’ untuk tawuran. Mereka pergi dengan gunakan 7 motor serta mempersenjatai diri dengan celurit.

Selain itu, Steven, yang datang dari ‘Geng Parung Benying’, cuma membawa dua rekanannya ketujuan tempat pertemuan. Seusai diawali terlebih dulu dengan bercekcok mulut, sebab kumpulan korban telah kalah jumlahnya, selanjutnya mereka terserang lebih dahulu.

” Korbanlah yang kebetulan mungkin jatuh, menurut info dari banyak terduga, lalu memperoleh perlakuan kekerasan dengan berbarengan di podium yang lalu sebabkan wafat. (Sehubungan dua relasi korban) , mereka berdua kami buatlah saksi. Mereka berdua dari kumpulan korban sukses melarikan diri, ” kata Alexander.

Alexander sebutkan ke-2 kumpulan ‘berperang’ untuk membuktikan esksistensi gengnya. Social media berubah menjadi satu diantara alat komunikasi anggota geng.

” Mereka mencari jati diri, mengelompokkan mereka sendiri, menyebut kumpulan mereka sendiri, lalu entahlah mengapa pada korban serta terduga berkomunikasi gunakan Facebook serta sama sama ejek, keluar kalimat sarkasme kasar. Selanjutnya mereka setuju lakukan tawuran, ” kata Alexander.

Karena tawuran itu, Steven meninggal di tempat. Steven meninggal karena luka tusukan di sekujur tubuhnya.

Dari 14 orang terduga, Polres Tangsel telah sukses menangkap 7 salah satunya, ialah BTG (16) , FJR (17) , ROW (17) , Tedy (18) , Rustanto (20) , Farhan (19) , serta Dimas alias Jamet (19) . Sesaat 7 orang masihlah jadi buron, termasuk juga Panji, yang kali pertama berkomunikasi dengan korban.

Banyak pemeran dijaring dengan Kasus 340 KUHP, Kasus 338 KUHP, serta Kasus 170 KUHP dengan intimidasi pidana optimal hukuman seumur hidup atau hukuman mati. Sehubungan dengan tiga pemeran yang masihlah dibawah usia, intimidasi hukuman optimal yang dikasihkan yaitu 10 tahun.

About admin