Home / news / Sepertiga Malam Melaksanakan Ibadah Dalam Masjid

Sepertiga Malam Melaksanakan Ibadah Dalam Masjid

Sepertiga Malam Melaksanakan Ibadah Dalam Masjid – Tiap-tiap sepuluh malam paling akhir Ramadan, beberapa orang pilih berdiam diri sembari melaksanakan ibadah dalam masjid. Umumnya, aktivitas ini berjalan mulai sejak saat mendekati malam sampai sepertiga malam atau subuh. Tetapi, aktivitas itu jadi berat untuk warga kota yang perlu bekerja dari pagi sampai malam hari.

Seseorang tokoh agama, Sholeh Mahmoed Nasution atau yang akrab disapa Ustad Solmed menyebutkan hal itu jadi tantangan sendiri untuk orang yang berkewajiban mencari nafkah di bln. Ramadan ini. Hal terutama untuk kelompok orang-orang itu, kata Solmed, mereka mesti pintar mengatur saat.

“Andai kata mereka dapat, jadi ber- itikaf. Meskipun tidaklah sampai subuh, ” tutur Solmed waktu dihubungi Tempo, Sabtu, 17 Juni 2017.

Menurut Solmed, dalam beri’tikaf tiap-tiap jemaah tidak mesti tidur sampai larut malam atau tidak tidur sekalipun. Apabile mereka tertidur karna mengantuk, hal itu tidak dipermasalahkan mengingat karakter mengantuk dinilai begitu manusiawi. “Tidak mesti dipaksakan hingga lalu mesti menyiksa, ” kata Solmed.

Solmed mengerti aktivitas warga kota yang sering bekerja dari pagi hingga malam hari begitu melelahkan. Tetapi, untuk ber-i’tikaf tiap-tiap orag dapat mengatur saat sendiri, umpamanya untuk ambil sebagian beribadah yang berbentuk sunnah. Umpamanya, untuk pekerja yang baru hingga tempat tinggal jam 19. 00, mereka dapat ambil saat i’tikaf dari jam 21. 00 sampai 24. 00 larut malam.

“Andai juga tidak dapat ber- itikaf ya, apa bisa buat. Mengingat bekerja untuk mencari nafkah hukumnya harus. Sesaat, itikaf tersebut hukumnya sunnah, ” kata Solmed.

Solmed menyebutkan jangan pernah hasrat untuk menggerakkan beribadah yang sifatnya sunnah malah buat mereka meninggalkan keharusan. Prasyarat utama dalam hal itu, kata Solmed, jemaah mesti dapat mengatur saat serta keadaan fisik dengan baik. “I’tikaf bisa dikerjakan sedapatnya, ” kata dia.

Dalam menggunakan saat sepuluh hari paling akhir Ramadan, Solmed menyebutkan terdapat beberapa beribadah yang dapat dikerjakan terkecuali ber-itikaf di masjid. Contoh beribadah beda yaitu membaca Al-qur’an, berdzikir (memanggil serta mengingat Allah), salat tahajud, berdoa, sampai ber-istighfar atau memohon ampun.

“Allah Maha Tahu mengenai kekuatan kita. Jangan pernah ber-itikaf dipaksakan, lantas pekerjaan yang disebut keharusan jadi jadi berantakan, ” tutur Solmed.

About admin