Home / internasional / Tenaga Kerja Filipina Dilarang Oleh Kuwait

Tenaga Kerja Filipina Dilarang Oleh Kuwait

Pemerintah Filipina sudah memberlakukan larangan pengiriman tenaga kerjanya ke Kuwait pada Senin (12/2/2018) , menyusul banyak masalah yang memicu warga negaranya wafat dunia.

Larangan itu menyebabkan kecaman dari pemerintah Kuwait. Ditulis AFP, lewat Menteri Luar Negeri Sheikh Sabah Khaled al-Sabah mengatakan larangan itu makin ditingkatkan oleh Manila.

Manila sudah menginformasikan larangan keseluruhan pada tenaga kerja yang mau pergi ke Kuwait, termasuk juga mereka yang sudah memperoleh izin kerja akan tetapi belum juga diberangkatkan.

” Kami mengecam pernyataan Presiden Filipina, terlebih karna kami tengah dalam usaha jalinan tingkat tinggi dengan Filipina untuk menerangkan keadaan tenaga kerja mereka di Kuwait, ” kata Khaled al-Sabah.

Duterte pada Jumat (9/2/2018) memanfaatkan photo seseorang tenaga kerja rumah tangga asal Filipina di Kuwait sebagai korban wafat jadi contoh tindak kekerasan serta pendayagunaan warganya di negara teluk itu, sebagai argumen dikeluarkannya larangan.

Duterte juga menuduh beberapa entrepreneur asal Arab sudah dengan berkala berbuat tidak etis tenaga kerja Filipina serta memaksa mereka bekerja sampai 21 jam /hari, dan tak berikan makanan yang cukup.

” Apakah ada yang salah dengan kebudayaan di negara Anda? Apakah ada yang salah dengan nilai-nilai Anda? ” kata Duterte yang diperuntukkan pada entrepreneur di Kuwait itu.

Organisasi Hak Asasi Manusia (HRW) serta grup hak asasi dunia yang lain sudah mendokumentasikan beragam pelanggaran yang berlangsung di Kuwait kepada tenaga kerja asingnya.

Pelanggaran yang disebut termasuk juga tak membayarkan gaji, jam kerja yang panjang serta tanpa ada libur, kekerasan fisik ataupun seksual, dan tak ada saluran yang pasti untuk rubah rugi.

Sesudah melarang tenaga kerjanya ke Kuwait, pemerintah Filipina tengah membidik China serta Rusia jadi pasal alternatif untuk warganya yang mau bekerja diluar negeri.

About admin