Home / berita umum / Usai Putusan MA, PSI Siap Jadi Penjamin Dengan Berikan Jaminan Moral Dan Hukum Meiliana

Usai Putusan MA, PSI Siap Jadi Penjamin Dengan Berikan Jaminan Moral Dan Hukum Meiliana

Usai Putusan MA, PSI Siap Jadi Penjamin Dengan Berikan Jaminan Moral Dan Hukum Meiliana – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) siap jamin pembebasan bersyarat Meliana, terpidana perkara penodaan agama di Tanjung Balai, Sumatera Utara, pada Mei 2019. Ini menindaklanjuti putusan Mahkamah Agung (MA) yang menampik permintaan kasasi yang diserahkan Meiliana.

“PSI memajukan Ibu Meiliana buat ajukan cuti bersyarat (CB), yang memberikan peluang buat bebas bersyarat selesai melakukan dua per tiga periode hukumannya, yang jatuh pada Mei 2019,” kata jubir PSI Surya Tjandra, Senin (8/4).

Ia mengatakan, pihaknya siap pula berubah menjadi penjamin dengan memberikannya agunan akhlak serta hukum untuk Meiliana buat dapatkan bebas bersyarat.

“PSI bakal bekerjasama dengan team kuasa hukum Ibu Meiliana di Medan serta menegaskan dipenuhinya menyerahkan cuti bersyarat itu,” tangkisnya.

Tjandra menyesalkan putusan MA yang tdk perhitungkan alasan pembelaan hukum dan tdk peka pada input dari penduduk, termasuk juga dari Komnas Wanita.

Diluar itu, PSI sempat ajukan amicus curiae (kawan akrab pengadilan) buat memberikan suport terhadap Meiliana lewat Majelis Hakim yang mengecek masalah ini di tingkat banding di Pengadilan Tinggi Sumatera Utara.

“PSI menyatakan prinsip buat berusaha menantang beberapa kasus intoleransi serta kekerasan berdasar pada prasangka atau kepercayaan. Pekerjaan kita buat selalu ingat terdapatnya perkara ini, serta menegaskan hukum dapat berdiri tegak buat semua kelompok,” tutup Tjandra.

Seperti didapati, MA menampik permintaan kasasi masalah Meiliana yang mengkritik volume azan serta dianggap menista agama di Tanjung Balai, Sumatra Utara. Kasasi Meiliana diputus majelis hakim yang diketuai Hakim Agung, Desnayeti, dengan hakim anggota,Gazalba Saleh serta Sofyan Sitompul, pada 27 Maret 2019.

Awal mulanya Pengadilan Negeri Medan, Sumatra Utara, menghukum Meiliana 18 bulan penjara.

About admin